Showing posts with label notes. Show all posts
Showing posts with label notes. Show all posts

A Passion, Great Passion

Wednesday, 7 November 2012

"You need great passion, because everything you do with great pleasure, you do well"
 - Juan Manuel Fangio, five time F1 World Champion

What is your passion?
Buat sebagian orang, menjawab pertanyaan itu serasa menjawab soal ujian.

Minder dan Percaya Diri?

Friday, 19 October 2012

Ada positif ada negatif. Positif gak selalu bagus, negatif gak selalu jelek.  Tapi ini bukan semata perkara positif-negatif, hidup tak semudah membagi dua kutub walaupun Bumi tempat kita berpijak ini ada dua kutub.

Sering kita melihat, ada orang-orang narsis, ada orang-orang yang hobinya malu-malu, ketemu juga kita sama orang-orang dengan self-esteem tinggi, suatu waktu kita berhadapan dengan orang yang sukanya berminder diri. Sering juga kita men-cap orang lain, "Tuh orang percaya dirinya tinggi ya", "Eh dia orangnya ge-eran ih", "Ah dia orangnya mah suka malu dan minder, diajak ngomong susah", "Buset ni orang narsis banget sih".

Ketidaksadaran orang bahwa sebenarnya minder itu juga adalah bentuk sebuah percaya diri dan rasa geer, bahwa dirinya seperti yang dia takutkan. Bentuk dari percaya sama diri sendiri yang dipupuk kearah kutub positif tertampil menjadi sebuah keyakinan diri dan kenarsisan, yang kata orang istilahnya "pede". Nah si minder itu adalah kepercayaan diri yang kuat akan ketidak mampuan diri sendiri, keyakinan negatif yang dibangun dari mind state bernama keraguan. Tidak ada yang mutlak bagus, tidak ada juga yang mutlak buruk.

Mencintai diri sendiri adalah mutlak dan harus. Menampilkan sebuah kepercayaan diri akan sebuah pribadi itu sebenarnya sebuah jalan mencintai diri sendiri, karena berarti udah tau seperti apa dirinya. Jadikan "PD" dan rasa "minder" sebagai sebuah jalan untuk berkembang, bukan membatasi diri.

Buat yang lagi "percaya diri" bahwa dirinya tidak bisa dan tidak mungkin, semoga kamu membaca.

Ketika Jogja Macet dan Padat

Friday, 13 July 2012

Tulisan singkat dan cepat.

Kota Jogja (dan Greater Jogja) itu jaringan jalannya banyak dan saling terhubung dengan mudah, tapi kebanyakan gak terlalu lebar, banyak perempatan atau lampu merah juga. 

Nah, Jogja itu kota wisata, juga kota pelajar. Namanya kota wisata, pasti banyak wisatawan. Wisatawan melonjak pas musim liburan, baik dari mancanegara maupun lokalan saja. Sayangnya ini kurang didukung dengan sistem transportasi publik massal yang baik di Jogja, IMO. Nah balik lagi, jadi pas musim liburan, Jogja jadi sangat padat dan banyak jalanan macet, pas gak musim liburan aja udah rame dan padat gara-gara banyak pelajar dan mahasiswa, apalagi pas liburan.

Pas lagi liburan gini, jalanan Jogja macetnya sungguh luar biasa. Wisatawan berwisata banyak yang menggunakan mobil pribadi dan taksi = lebih sedikit jumlah manusia per kendaraan = jumlah kendaraan melonjak drastis = jalanan macet. Pas macet gini, aura Jogja agak menguap, aura keramahan dan kenyamanan Jogja, even di jalanan raya, agak terganggu. Banyak klakson gak sabaran bersahutan di tengah macet, dan di seputaran lampu merah. It's very annoying! Bukan macetnya tapi pada gak sabarannya itu lho. Toh kan ngerasain macet juga bareng-bareng.

KulTwit Revolutia tentang Kuliah dan Berbisnis

Monday, 6 February 2012

Ini kumpulan beberapa kultwitnya Jed Revolutia (@revolutia) semalem. Buat penyemangat, aku taruh disini aja ah :D
@revolutia Education alone doesn't grow the economy but more jobs do.

The Chuck Norris Jokes

Sunday, 8 January 2012

Udah lama pengen nulis tentang ini, tapi baru sempat sekarang -padahal mau UAS-.


Well, tau Chuck Norris kan? 

Berkomunikasi antar pengendara di Jalan Raya

Saturday, 24 September 2011

Kemarin saya mengalami sedikit insiden kecil di Jalan Raya, sekitar pom bensin Jalan Cokroaminoto, dari kejauhan saya melihat taxi avanza yang sepertinya akan masuk ke pom bensin, yang berarti dari arah taksi tersebut, dia harus motong lalu lintas dari arah berlawanan, karena pombensin berada di sisi timur, sedangkan mobil itu dari arah selatan.
Ceritanya, si taksi sudah memberi lampu dim dan menyalakan lampu turn right sign dan saya secara naluriah mengurangi kecepatan dan bersiap ambil sisi kanan, secara posisi taksi udah agak belok. Dalam waktu singkat, saya yang naik motor sudah dekat sekali dengan taksi dan sudah memperhitungkan jarak dan